Kamis, 25 April 2013

Wamenhan : Tank Leopard Tiba Oktober 2013



( keterangan gambar Leopard 2 Revolution dan Leopard 2A4 *hanya ilustrasi )
Kementerian Pertahanan menyatakan tidak lama lagi senjata baru TNI Angkatan Darat yakni tank tempur utama Leopard dan tank tempur menengah Marder tiba di Indonesia. Sesuai rencana, kedua tank asal pabrikan Rheinmettal, Jerman ini tiba secara berangsur mulai Oktober 2013.

"Tank Leopard dan Marder yang datang bukan cuma contoh saja, tapi sudah yang produksi," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat ditemui kemarin malam di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 18 April 2013.

Sjafrie melanjutkan, rencananya pengiriman kedua tank akan rampung akhir tahun 2014. Jumlah tank yang akan dikirim Jerman sebanyak 153 unit. Yakni tank Leopard Ri sebanyak 61 unit, tank Leopard 2A4 sebanyak 42 unit, dan tank Marder sebanyak 50 unit. Pembelian tank ini disebut tidak melebihi pagu anggaran sebesar US$ 280 juta.

Pembelian tank ini juga dilengkapi dengan kesepakatan transfer teknologi yang diteken November 2012 lalu. PT Pindad dan Bengkel Pusat Angkatan Darat akan mendapatkan kerja sama pelatihan untuk perbaikan ringan hingga berat.

Kehadiran 153 unit tank ini diharapkan bisa menambah kekuatan TNI AD. Saat ini Indonesia belum juga punya tank kelas berat yang mumpuni. Selama ini TNI AD mengandalkan tank tempur ringan seperti Scorpion buatan Inggris, tank AMX-13 dan AMX-10p. Ketiga jenis tank ringan itu terbilang uzur, sebab diproduksi sejak tahun 1940-1950an.

Kamis, 11 April 2013

Sutiyoso: Solidaritas Anggota Kopassus Memang Tinggi


Jakarta (ANTARA) - Mantan Asisten Personil, Asisten Operasi, dan Wakil Komandan Jenderal Kopassus periode 1988-1992 Sutiyoso menyatakan solidaritas pasukan Kopassus memang tinggi jika dikaitkan dengan kesetiakawanan antarpersonelnya. 
"Aparatur kita Kopassus itu memang punya solidaritas tinggi, punya rasa kebersamaan. Seluruh Kopassus di seluruh dunia seperti itu karakternya," kata Sutiyoso dijumpai pada acara peluncuran buku "34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto" di Wisma Antara, Jakarta, Rabu. 
Pernyataan Sutiyoso itu menanggapi adanya dugaan bahwa anggota militer Kopassus terlibat dalam peristiwa penyerangan yang dilakukan sekelompok orang terhadap empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman yang terjadi pada Sabtu (23/3) dini hari. 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan meskipun solidaritas Kopassus tinggi namun dia meminta seluruh pihak menunggu hasil investigasi kepolisian. 
"Kita tidak bisa langsung menuding itu dilakukan Kopassus. Kita tunggu polisi. Dan siapa pun yang salah harus dihukum," ujar dia. 
Sebelumnya terjadi peristiwa penyerangan yang dilakukan sekelompok orang terhadap empat tahanan di lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (23/3) dini hari. 
Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Polisi Sabar Raharjo mengatakan penyerangan dilakukan sekelompok orang bersenjata api dan menembak mati empat tersangka pengeroyokan anggota TNI yang dititipkan di lapas tersebut. 
"Penyerangan pada sekitar pukul 02.00 WIB itu dilakukan oleh sekitar 17 orang. Mereka masuk ke lapas dengan cara melompat pagar," kata Sabar Raharjo. 
Menurut dia, setelah berhasil masuk area lapas, para pelaku memaksa petugas jaga menunjukkan sel keempat tahanan kasus pengeroyokan di Hugo`s Cafe, Sleman, yang mengakibatkan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan meninggal dunia. 
Dia mengatakan kelompok penyerang juga membawa semua CCTV yang ada di lokasi. 
Sumber di Lapas Cebongan yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan kelompok penyerang sempat menembaki pintu lapas, dan meledakkannya. Kemudian mereka masuk ke lapas, dan mencari empat pelaku penganiayaan terhadap anggota TNI AD itu. 
LSM Setara Institute menduga peristiwa itu dilakukan oleh oknum Kopassus. 
"Sangat sulit menyangkal bahwa ini terlatih. Kalau ini pantas diduga dilakukan oleh oknum Kopassus dan ini belum lagi fakta terlatih, penggunaan senjata dan saya dengar ada penyelidikan, mereka menggunakan bahasa komando dan sebagainya," kata Ketua Setara Institute, Hendardi di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu. 
Namun sejauh ini Kopassus Grup II Kandang Menjangan telah menegaskan tidak terlibat dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini pihak kepolisian masih bekerja melakukan investigasi terkait peristiwa tersebut.(ar)

Bursa KSAD Memanas ( Kaskus by Kenyot10 )


JAKARTA-Jabatan KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo dipastikan berakhir bulan ini. Tanggal 5 Mei nanti, adik ipar Presiden SBY itu akan memasuki masa pensiun. Otomatis, penggantinya berpeluang menjadi calon Panglima baru.

Dari bursa calon KSAD, tiga nama duisebut-sebut berpeluang menggantikan Pramono. Yakni, Letjen TNI Moeldoko, Letjen TNI Gatot Nurmantyo, dan Letjen TNI M. Munir.

“Moeldoko diketahui sebagai Jenderal akademisi ini seimbang dengan KSAL yang Doktor cumlaude dan KSAU yang juga orang pendidikan. Sedangkan Munir dan Gatot, keduanya lulusan terbaik dan memiliki pengalaman yang mumpuni. Tapi semua kan tergantung presiden,” kata Susaningtyas Nefo Kertopati, anggota Komisi I DPR kemarin.

Letjen TNI Moeldoko saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad), Letjen TNI Gatot Nurmantyo (Komandan Kodiklat) dan Letjen TNI M Munir menjabat Pangkostrad (Panglima Komando Cadangan Strategis ). Tiga nama lainnya yang berpangkat bintang tiga, yakni Letjen Budiman (Sekjen Kementerian Pertahanan), Letjen TNI Langgeng Sulistyono (Sekretaris Menko Polhukam), dan Letjen TNI Andi Geerhan Lantara.

Moeldoko pernah menjabat di Kostrad juga sebagai Panglima Divisi. Sedangkan Gatot Nurmantyo berpengalaman sebagai Pangdam V Brawijaya Jawa Timur.

Susaningtyas yang juga doktor di bidang komunikasi intelijen itu menyebut, siapapun KSAD yang baru harus punya keterampilan berkomunikasi. “Dekat dengan prajuritnya juga harus dekat dengan rakyat,” katanya.

KSAD juga dituntut mampu melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kesejahteraan prajurit. Selain itu hubungan antarinstitusi juga harus dibenahi. “Karena sekarang bukan jamannya perang otot. Perang urat syaraf menuntut seseorang memiliki kemampuan pikir yg tajam,” kata Nuning sapaan Susaningtyas.

Direktur Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia Rizal Darmaputer menilai bursa KSAD akan memanas karena potensinya menjadi Panglima TNI besar. “Tradisi TNI AD untuk KSAD selalu seru dan menarik untuk dicermati,” katanya.

Walaupun TNI sudah tidak lagi berpolitik praktis, namun kata Rizal, posisi KSAD bisa sangat strategis. “Memang netral, tapi secara kultural, KSAD memang selalu dekat dengan kekuasaan,” kata alumni IDSS Jenewa itu. 

sumber: 
http://www.hariansumutpos.com/2013/0...#axzz2Q8IRRGTR

Semoga saja nantinya KSAD yang baru dapat bekerja lebih baik lagi, dan dapat meningkatkan kekuatan dan pamor TNI AD.

Alutsista Baru TNI AU Terus Berdatangan


Jakarta (MI)  Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Indonesia akan semakin komplet. Sebab, pesawat-pesawat pertahanan TNI AU dari berbagai jenis akan berdatangan.

"Sampai 2014 ini akan datang banyak pesawat yang melengkapi TNI AU, ada F 16, ada Boeing, ada pesawat angkut, Hercules, helikopter, Fokker kemudian pesawat latih termasuk kelengkapan persenjataan," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia kepada wartawan usai menghadiri HUT ke-67 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (9/4/2013).

Bagus mengatakan, pemerintah belanja alutsista melalui 3 tahap. Tahap pertama pada 2014, tahap kedua pada 2019 dan tahap ketiga pada 2024. 

Menurut Bagus, akan ada penambahan delapan pesawat untuk pemenuhan alutsista di tahun 2014. "Pesawat T50 akan datang satu skuadron," ucapnya.

Penambahan alutsista tersebut disebar di beberapa daerah. Penambahan pesawat F 16 akan memperkuat pertahanan TNI AU di Pekanbaru, Riau. Hercules untuk pertahanan di Makassar dan pesawat tanpa awak UAV di Pontianak.

Dari detik.com dengan perbaikan.

Pembangunan Pabrik Kapal Selam 2017 ( Kaskus via Kenyot10 )


JAKARTA - Pembangunan pabrik modern untuk pembuatan kapal selam TNI Angkatan Laut di Indonesia ditargetkan dapat direalisasikan tahun 2016 atau 2017. Sebab, kapal selam pertama yang dibuat oleh Korea Selatan baru selesai tahun 2014.

"Pembangunan pabrik semua tergantung komitmen pemerintah. Pemerintah mutlak menyokong pendanaannya. Tanpa itu saya kira sangat sulit pembangunan kapal selam bisa direalisasikan di Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati di sela seminar tentang "Teknologi Perkapalan sebagai Bagian dari Peradaban Maritim Indonesia", di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Ia berharap sudah ada perencanaan dari sekarang agar pada waktunya nanti pengerjaan kapal selam ketiga itu lancar tanpa kendala.

"Keberadaan pabrik modern untuk membuat kapal selam menjadi kendala serius kita saat ini," kata Untung.

Pembangunan pabrik modern ini, tambah dia, bukan persoalan sederhana karena selain membutuhkan banyak sumber daya manusia yang andal. Pemerintah pun harus menyiapkan dana yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, ia berharap sumber daya manusia yang sudah dikirim ke Korea benar-benar menyerap ilmu secara komprehensif.

"Ketika secara keilmuan sudah memenuhi syarat, baru kemudian pemerintah mempersiapkan pabriknya," katanya.

Indonesia sudah sepakat melakukan transfer teknologi kapal selam dengan Korea Selatan, dimana akan dibuat tiga unit kapal selam. Untuk kapal selam pertama, pihak Indonesia hanya memantau pengerjaannya di Korea Selatan.

Selanjutnya, kata dia, pada pembuatan kapal kedua, teknisi di Indonesia dilibatkan dalam membuat kapal selam. Namun, pembuatannya tetap dilakukan di Korea Selatan.

Sementara untuk kapal selam ketiga, Indonesia akan membuat sendiri kapal itu di galangan kapal PT PAL. "Pada tahap inilah Indonesia harus mempersiapkan peralatannya. Termasuk membuat pabrik baru untuk mendukung pembangunannya," jelas Untung.

Ia juga memastikan Pangkalan Kapal Selam yang disiapkan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, bisa diresmikan pada akhir tahun 2013.

"Hingga kemarin (minggu lalu) saat Kepala Staf Angkatan Laut (Laksamana Marsetio) berkunjung ke sana, pangkalan sudah rampung lebih dari 90 persen. Diharapkan akhir tahun ini diresmikan," katanya menjelaskan.

Pangkalan seluas 13 hektare inilah yang nantinya digunakan untuk menyimpan semua kapal selam yang dimiliki Indonesia, termasuk untuk menyimpan kapal selam baru yang saat ini dibuat di Korea Selatan. (Investor Daily/tk/ant)

Sabtu, 20 Oktober 2012

Gedung Putih Bantah Laporan Perundingan Nuklir AS-Iran


Washington (AFP/ANTARA) - Gedung Putih pada Sabtu membantah adanya kesepakatan yang dicapai untuk mengadakan perundingan empat mata terkait nuklir dengan Iran, seperti yang dilaporkan New York Times, dan mengatakan bahwa pihaknya masih mengupayakan sebuah “solusi diplomatik.”

“Tidak benar bahwa Amerika Serikat dan Iran menyetujui perundingan empat mata atau adanya pertemuan setelah pemilu Amerika,” ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Tommy Vietor, dalam sebuah pernyataan.

Vietor mengatakan Washington akan terus bekerja dengan negara-negara kuat di dunia dalam mengupayakan “solusi diplomatik” untuk program nuklir yang diperdebatkan, dengan Teheran. AS “sejak awal mengatakan bahwa kami akan mempersiapkan sebuah pertemuan bilateral,” tambahnya.

Sebelumnya New York Times, mengutip para petugas yang tidak menyebutkan namanya dalam pemerintahan Presiden Barack Obama, melaporkan bahwa AS dan Iran setuju untuk melakukan negosiasi empat mata terkait program nuklir Teheran.

Persetujuan tersebut merupakan hasil perundingan rahasia antara kedua belah pihak, ujar laporan tersebut, kemudian menambahkan bahwa Iran bersikeras bahwa negosiasi tidak akan dimulai hingga pemilu presiden AS pada 6 November dilaksanakan.

Pemerintah Iran ingin menunda hingga mereka mengetahui siapa yang akan menjadi presiden baru AS, ujar laporan tersebut.

Vietor mengatakan Obama “telah menjelaskan bahwa dia akan mencegah Iran untuk mendapatkan senjata nuklir, dan kami akan melakukan apa yang harus dilakukan untuk dapat mencapai tujuan tersebut.”

“Hal itu selalu menjadi tujuan kami untuk memberikan sanksi terhadap Iran sejalan dengan kewajibannya. Tanggungjawab tersebut terkait dengan apa yang harus dilakukan Iran, sebaliknya mereka akan terus menghadapi sanksi yang melumpuhkan serta tekanan yang terus meningkat,” tambahnya.(dh/ml)

Penarikan Tentara Prancis di Afghanistan Dipercepat


Paris (AFP/ANTARA) - Penarikan mundur tentara perang Prancis dari Afghanistan akan dilakukan “sedikit lebih cepat dari yang diantisipasi” dan akan diselesaikan sebelum akhir Desember, ujar Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, pada Sabtu.

Fabius diwawancara oleh televisi Prancis, BFM, mengenai penarikan mundur tentara saat kunjungannya ke Kabul.

“Kami dapat mengatkan bahwa sejauh ini penarikan mundur tentara berjalan baik dan meskipun sedikit lebih cepat dari yang diantisipasi,” ujarnya.

“Kami sebelumnya mengatakan hingga akhir Desember (2012) namun saya pikir penarikan tersebut akan dilakukan sedikit lebih cepat,” ujar Fabius.

Diplomat tinggi Prancis tersebut menambahkan bahwa “beberapa pria akan tetap berada” di negara itu, bertanggungjawab terutama untuk memulangkan peralatan dan pelatihan tentara Afghanistan.

“Namun tidak akan ada pasukan perang,” tegasnya.

Prancis bergabung dengan koalisi NATO pada akhir 2001 setelah serangan 11 September terhadap Amerika Serikat, untuk menggulingkan Taliban yang telah memberikan perlindungan terhadap Osama Bin Laden dan jaringan Al Qaedanya. 

Prancis merupakan kontributor terbesar kelima untuk International Security Assistance Force (ISAF), yang dijadwalkan akan menarik mundur sebagian besar pasukannya dari 130.000 pasukan mereka yang berada di Afghanistan hingga akhir 2014.

Sebelum pemilihan umumnya pada Mei, Presiden Prancis, Francois Hollande, berjanji untuk mempercepat penarikan pasukannya, sehingga akan diselesaikan hingga akhir 2012, satu tahun lebih cepat dari yang direncanakan Paris dan dua tahun lebih awal dari yang dijadwalkan NATO.

Saat ini terdapat sekitar 2.550 pasukan Prancis di Afghanistan dibandingkan dengan 4.000 pasukan pada satu tahun yang lalu.

Prancis kehilangan 88 pasukannya sejak pengerahan pertama ke negara yang dilanda perang.

“Para tentara tidak dapat tinggal selamanya di Afghanistan. Tidak mungkin untuk negara memastikan keamanannya dari luar. Afghanistan harus mengambil alih tanggungjawab keamanan negaranya,” ujar Fabius.

Dalam kunjungannya, Fabius bertemu dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, dan Letnan Jenderal Oliver de Bavinchove, kepala pasukan ISAF yang dipimpin NATO di Afghanistan.(dh/ml)